web analytics

Robot Archive

17

Project 1st – Membuat Robot Obstacle Arduino

Robot Obstacle Arduino

Hiiii… Sahabat Keiro

Tahukah apa itu Robot Obstacle?

Bagi sebagian besar kalangan hobi robot pasti sudah tahu apa itu robot Obstacle. Tapi untuk sahabat Keiro yang belum tahu, Keiro akan berbagi dalam Project 1st – yaitu Membuat Robot Obstacle Arduino (Basic) menggunakan Arduino board.

Robot Obstacle adalah robot yang secara otomatis bisa ngeles(“kalau orang jawa bilang”) atau menghindar kalau ada suatu benda atau penghalang yang menghalangi jalannya robot, penghalang tersebut bisa berupa dinding, pintu atau benda-benda lain. Dengan adanya penghalang tersebut secara otomatis robot akan mencari jalan dengan cara berbelok ke kanan, kekiri ataupun mundur.

Untuk membuat Robot Obstacle dibutuhkan komponen dan alat bantu (tools) seperti dibawah ini

Komponen

Arduino (Clone)
Arduino (Clone): 1bh
Prototype Shield
Prototype Shield: 1bh
Arduino Jumper Cables
Arduino Jumper Cables
Micro Servo
Micro Servo: 1bh
Motor DC dan Roda
Motor DC dan Roda: 2bh
Caster
Caster: 1bh
Spacer
Spacer: lupa hehehe…
IC Motor Driver LM293
IC Motor Driver LM293: 1pcs
GP2D12 IR Sensor
GP2D12 IR Sensor: 1bh

Untuk komponen yang lain dibutuhkan 4buah Capacitor 100pf. Dan untuk Casis Robot menggunakan Acrylic ukuran 10cmx10cm dengan tebal 3mm sebanyak 3bh, kemudian dibentuk dengan cara di potong menggunakan gergaji triplek.

Penampakan komponen Robot ketika belum terpasang

Tools

Pengupas kabel
Pengupas kabel
Solder
Solder
Adaptor
Adaptor

alat yang laen gergaji triplek dan pemotong kable. Sorry enggak ada fotonya… hehehe…

Langkah perakitan

Step 1 “Paling Capek”

Membuat casis robot menggunakan bahan acrylic, yaitu dengan cara dimal diatas acrylic menggunakan spidol waterproof, kemudian dipotong sesui mal yang kita inginkan. Untuk Robot Obstacle ini Keiro memakai bentuk bujur sangkar berukuran 10cmx10cm dengan tebal 3mm. Untuk sahabat Keiro yang menginginkan dengan bentuk casis yang lain silahkan bebas berkreasi menggunakan imaginasi, entah mau bentuk robotnya seperti kodok, kadal atau apa, pokok men bebas… hehehe..

Komponen casis robot sebelum dipasang

Casis Robot setelah dirakit

Step 2 “Enjoy brooo”

Step ke-2 adalah menyusun board Arduino dan Prototype Shied seperti dalam foto dibawah ini

Arduino, Prototype dan Casis

Prototype terpasang diatas Arduino, WOW... IC apaan tu?..

kemudian mulai memasang kabel jumper di atas prototype, jadinya begini…

Rangkaian kabel jumper... Kaya mie goreng ya, hehehe...

terus motor mini Micro Servo dipasang kemudian GP2D12 IR Sensor dipasang diatasnya… lihat penampakannya… KUEEERRREEEEN kan.. hehehe..:)

Jangan gembira dulu sahabat Keiro… Robot diatas emang kueren cuman masih bodo… karena Arduino sebagai mikrokontroler belum diisi program. Lanjut ke step berikutnya yaitu step pusing…

Step 3 “Pusiiiiing”

Untuk menjalankan robot Obstacle, sahabat Keiro diharuskan membuat program/sketch menggunakan bahasa pemrograman C yang sudah disederhanakan. Sketch tersebut dibuat menggunakan software yang dapat didownload disini untuk Window, Mac OS X,  Linux32 dan Linux64, setelah sketch selesai diramu, kemudian hasil ramuan di isikan (load) ke dalam mikrokontroler Arduino dengan cara Robot Obstacle dihubungkan ke komputer melalui USB. And done…. kalau enggak error hehehe…

// Compact, a small Obstacle Robot with Arduino
// 2 micro motors 100:1 and small wheels,
// one micro servo, one Sharp IR sensor,
// <a href="htt://www.blog.kedairobot.com">htt://www.blog.kedairobot.com</a>
//
// Arduino pinout:
//
// Shield Funct Arduino ATmega328 Arduino Funct Shield
// +-----\/----+
// Reset 1| PC6 PC5 |28 D19 A5 SCL
// Rx D0 2| PD0 PC4 |27 D18 A4 SDA
// Tx D1 3| PD1 PC3 |26 D17 A3
// Int0 D2 4| PD2 PC2 |25 D16 A2
// Int1 D3 5| PD3 PC1 |24 D15 A1
// M1B D4 6| PD4 PC0 |23 D14 A0 IR sensor
// 7| VCC GND |22
// 8| GND AREF |21
// Xtal 9| PB6 AVCC |20
// Xtal 10| PB7 PB5 |19 D13 SCK LED
// M1A OC0B D5 11| PD5 PB4 |18 D12 MISO Pan servo
// M2A OC0A D6 12| PD6 PB3 |17 D11 OC2A MOSI
// M2B D7 13| PD7 PB2 |16 D10 OC1B
// D8 14| PB0 PB1 |15 D 9 OC1A
// +-----------+
//

#include <Servo.h>

//Inputs/outputs
#define Motor_1_PWM 3 // digital pin 5 // Right Motor
#define Motor_1_Dir 4 // digital pin 4
#define Motor_2_PWM 5 // digital pin 6 // Left Motor
#define Motor_2_Dir 6 // digital pin 7

#define IR_Pin 14 // digital pin 14 (analog pin 0)
#define PanPin 12
#define LedPin 13

#define SR 1 //Sharp Short Range sensor
#define MR 2 //Sharp Medium Range sensor
#define LR 3 //Sharp Long Range sensor

#define center 90

//Variables
byte dir=0;
byte speed1=250; //250
byte speed2=255; //255
int turn90=600; //110
int turn45=300; //55
int straight=500;
int stopTime=200;
int IRdistance=0;
int treshold=20; //20cm min distance

Servo Pan;

//-----------------------------------------------------------------------------

void <strong>setup</strong>() {
// set motor pins as output and LOW so the motors are breaked
pinMode(Motor_1_PWM, OUTPUT);
pinMode(Motor_1_Dir, OUTPUT);
pinMode(Motor_2_PWM, OUTPUT);
pinMode(Motor_2_Dir, OUTPUT);
Stop();

Pan.attach(PanPin);
Pan.write(center); //90
StepDelay();

pinMode(LedPin, OUTPUT);
digitalWrite(LedPin, LOW);

<strong>Serial</strong>.begin (19200);
<strong>Serial</strong>.println("start");

Forward();
}

void <strong>loop</strong>(){
Drive();
//square(); //use this function to adjust the timings for turns
//and to make sure the robot is driving in straight lines
}

void square(){
Forward();
delay(straight);
Stop();
delay(stopTime);
Right();
delay(turn90);
Stop();
delay(stopTime);
Forward();
delay(straight);
Stop();
delay(stopTime);
Right();
delay(turn90);
Stop();
delay(stopTime);
Forward();
delay(straight);
Stop();
delay(stopTime);
Right();
delay(turn90);
Stop();
delay(stopTime);
Forward();
delay(straight);
Stop();
delay(stopTime);
Right();
delay(turn90);
Stop();
delay(stopTime);
}

//--------------------------

void Drive(){
IRdistance=Read_Sharp_Sensor(MR, IR_Pin);
<strong>Serial</strong>.print("IRdistance ");
<strong>Serial</strong>.println(IRdistance);
if (IRdistance<10){
Stop();
StepDelay();
TurnAround();
}
if (IRdistance<treshold){
Stop();
StepDelay();
Avoid();
Forward();
}
delay(50);
}

void TurnAround(){
Reverse();
Pan.write(center);
StepDelay();
Stop();
Left();
delay(turn90);
delay(turn90);
Stop();
StepDelay();
Forward();
}

void Avoid(){
int prev=0;
dir=2;
for (byte i=0; i<5; i++){
Pan.write(i*45);
StepDelay();
StepDelay();
IRdistance=Read_Sharp_Sensor(MR, IR_Pin);
if (IRdistance>prev){
dir=i;
prev=IRdistance;
}
}
Pan.write(center);
StepDelay();
switch (dir){
case 0:
Right();
delay(turn90);
Stop();
StepDelay();
break;
case 1:
Right();
delay(turn90); //turn45
Stop();
StepDelay();
break;
case 2:
Forward();
break;
case 3:
Left();
delay(turn90); //turn45
Stop();
StepDelay();
break;
case 4:
Left();
delay(turn90);
Stop();
StepDelay();
break;
}
delay(500);
}

// Read Sensors

int Read_Sharp_Sensor(byte model, byte pin) {
int value = 0;
value = analogRead(pin);
switch (model) {
case SR: //short range, aka GP2D120 (4-30cm)
return (2914/(value+5))-1;
break;
case MR: //medium range, aka GP2D12 (10-80cm)
return 5*1384.4*pow(value,-.9988); //I had to multiply by 5, different sensor
break;
case LR: //long range, aka GP2Y0A02YK (20-150cm)
return 11441*pow(value,-.9792);
break;
}
}

void StepDelay() {
for (byte t=0; t<10; t++){
delay(20);
}
}

//++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

void Forward(){
digitalWrite(Motor_1_Dir, LOW); // forward
digitalWrite(Motor_2_Dir, LOW); // forward
analogWrite(Motor_1_PWM, speed1); //
analogWrite(Motor_2_PWM, speed2); //
return;
}

void Reverse(){
digitalWrite(Motor_1_Dir, HIGH); // reverse
digitalWrite(Motor_2_Dir, HIGH); // reverse
analogWrite(Motor_1_PWM, 255-speed1); //
analogWrite(Motor_2_PWM, 255-speed2); //
return;
}

void Right(){
digitalWrite(Motor_1_Dir, HIGH); // reverse
digitalWrite(Motor_2_Dir, LOW); // forward
analogWrite(Motor_1_PWM, 255-speed1); //
analogWrite(Motor_2_PWM, speed2); //
return;
}

void Left(){
digitalWrite(Motor_1_Dir, LOW); // forward
digitalWrite(Motor_2_Dir, HIGH); // reverse
analogWrite(Motor_1_PWM, speed1); //
analogWrite(Motor_2_PWM, 255-speed2); //
return;
}

void Stop()
{
digitalWrite(Motor_1_PWM, LOW);
digitalWrite(Motor_1_Dir, LOW);
digitalWrite(Motor_2_PWM, LOW);
digitalWrite(Motor_2_Dir, LOW);
return;
}

WOooooo puanjang amat yaaaaa….. Capek deh

Step 4 “Paling demen nih”

Upload Video…. To be continued… hehehe… capek…

Salam Robotik Indonesia Jaya…

 

 

Kata kunci untuk artikel ini:

0

68 Tim Ramaikan Kontes Robot di ITS Surabaya

Surabaya (ANTARA News) – Sebanyak 68 tim robot meramaikan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011 Regional IV (Jatim dan Indonesia Timur) di Gedung Robotika ITS Surabaya pada 7-8 Mei.

“Untuk KRI akan diikuti 16 tim robot, KRCI Battle diikuti delapan tim robot, KRCI berkaki diikuti 16 tim robot, dan KRCI beroda diikuti 28 tim robot,” kata Wakil Ketua KRI-KRCI 2011 Regional IV, Dr Ir Endra Pitowarno M.Eng, di Surabaya, Jumat.

Didampingi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD di sela-sela “technical meeting”, ia menjelaskan KRI di Region IV akan diikuti 16 tim robot dari 16 universitas/politeknik.

“Semua peserta sudah mendaftar ke panitia sejak Kamis (5/5) dan mereka juga mengikuti technical meeting pada Jumat (6/5). Pembukaan akan dilaksanakan pada Sabtu (7/5) pagi oleh Rektor ITS,” katanya.

Ke-16 universitas/politeknik peserta KRI adalah ITN Malang, ITS Surabaya, Politeknik Banyuwangi, PENS ITS Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ITS, dan STIKOM Surabaya.

Selain itu, STMIK Asia Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Universitas Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Udayana.

“Untuk KRCI, mulai tahun ini ada KRCI Battle yang merupakan `robot soccer` (kontes robot pemain sepak bola) antar-humanoid. Ada delapan humanoid (robot setengah manusia) dari delapan universitas yang bertempur,” katanya.

Sementara KRCI lainnya yakni KRCI berkaki (pemadam api) akan diikuti 16 tim robot dan KRCI beroda (pemadam api) juga akan diikuti 28 tim robot.

“Untuk KRSI (kontes robot seni Indonesia) hanya akan dipertandingkan di tingkat nasional, bukan regional. “KRI-KRCI tingkat nasional akan dilaksanakan di UGM Yogyakarta pada 11-12 Juni,” katanya.

Bagi juara KRI nasional akan dikirim untuk mengikuti Kontes Robot Dunia di Thailand, sedangkan juara KRCI Battle akan mengikuti Piala Dunia Robot di Meksiko dan KRCI lainnya akan mengikuti kejuaraan dunia di Amerika.

“Tema KRI 2011 adalah Larungan yang mengadopsi tema kontes robot dunia 2011 yaitu `Loy Krathong`. Awalnya, robot menual merangkai krathong (karangan bunga) dengan enam stik, lalu bila rangkaian krathong selesai, maka robot baru diizinkan untuk bermain,” katanya.

Setelah itu, robot otomatis mengisi rangkaian `Sala` dengan krathong petal dan bunga, lalu rangkaian `Sala` itu disusun pada `Base Candle` dan robot otomatis membawa rangkaian yang sudah tersusun itu ke `River Surface` yang bergoyang-goyang.

“Peta kekuatan di KRI terlihat merata, sedangkan KRCI masih bersifat menyebar dengan ada tim yang bagus dan ada yang belum bagus. Yang belum dapat diprediksi adalah KRCI Battle yang akan diikuti delapan robot humanoid, karena tergolong kontes yang masih baru,” katanya.

Kata kunci untuk artikel ini:

0

UNTAD Palu Gelar Kontes Robot Indonesia

Palu, (ANTARA KL) – Universitas Negeri Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, menggelar Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk region V atau wilayah tengah Indonesia yang berlangsung dua hari hingga Sabtu.

Ketua Panitia Lomba Robot, Pudji Astutiek, mengatakan pemenang lomba robot pada setiap kategori itu selanjutnya akan bertanding di kontes robot tingkat nasional.

Lomba robot itu diikuti 33 tim dari 17 perguruan tinggi di wilayah tengah Indonesia, antara lain, Politeknik Manado, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Ujung Pandang, STMIK Banjar Baru, STMIK Adhi Guna Palu, STMIK Bina Mulya Palu, Untad Palu, Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Universitas Hasanuddin Makassar.

Kontes Robot Indonesia itu mempertandingkan kemampuan robot yang dikendalikan manusia untuk menyusun rangkaian bunga sehingga menjadi satu kesatuan.

Robot itu memiliki tinggi hingga 1,5 meter berbentuk mesin yang memiliki tuas untuk mengangkat benda. Robot yang sebagian besar terbuat dari alumunium itu menggunakan energi listrik yang berasal dari aki.

Sementara Kontes Robot Cerdas Indonesia mempertandingkan robot pemadam api dan robot pemain bola.

Robot pemadam pemadam api berukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi sekitar 15cm. Robot berbentuk kotak itu bergerak secara otomatis dengan menggunakan sejumlah kaki.

Robot itu bergerak dan memadamkan api pada arena yang telah ditentukan.

Pada lomba ini yang poin yang diutamakan adalah kecepatan dan kemampuan robot dalam bernavigasi dan bermanuver mencari api atau sumber panas kemudian memadamkannya.

Selanjutnya, pada kategori robot cerdas terdapat lomba sepakbola robot.

Setiap tim sepakbola hanya beranggotakan satu robot setinggi 30 cm. Di lapangan seluas 5 meter x 2 meter ini terdapat lima bola tenis berwarna oranye untuk diperebutkan.

Setiap robot yang bergerak dengan dua kaki ini harus maju menuju bola, dengan harapan bola itu tertendang dan akhirnya masuk ke gawang.

Pertandingan sepakbola robot mendapat perhatian lebih dari sekitar 300 penonton yang memadati auditorium Universitas Tadulako Palu.

Pendukung dari robot yang berlaga memberi semangat saat robot-robot terjatuh karena permukaan lapangan dilapisi karpet tidak rata.

Pudji berharap peserta dari timur Indonesia bisa berbicara banyak di tingkat nasional karena selama ini juara lomba robot itu sering berasal dari wilayah barat, seperti Pulau Jawa. (AB/ANTARA)

Kata kunci untuk artikel ini:

0

Memperkenalkan Indonesia Lewat Robot

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada yang unik pada Indonesia Robotic Olympiad yang digelar di Jakarta. Terdapat robot yang ingin memperkenalkan keunikan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Contohnya, robot berbentuk cenderawasih, ondel-ondel, jam gadang, komodo, monas, dan masih banyak lainnya. Robot yang dibuat oleh tim Robotic Education Centre, Jakarta, ini mengangkat tema “Tour the Indonesia”.

Lewat robot ini kita mau ngenalin Indonesia ke dunia kalau kita nanti menang dan dikirim ke Filipina.
– Anto

Menurut Anto, anggota Robotic Education Centre, tujuan pembuatan robot ini adalah ingin menunjukkan kepada dunia tentang ciri khas Indonesia jika mereka menang di tingkat nasional ini. “Lewat robot ini kita mau ngenalin Indonesia ke dunia kalau kita nanti menang dan dikirim ke Filipina,” ujarnya.

Pengerjaan robot-robot ini memakan waktu dua bulan penuh. “Kita ngerjain dari nol itu selama dua bulan,” ujar Anto.

Ide robot ini sendiri muncul tidak sengaja karena awalnya mereka hanya ingin membuat robot bentuk ondel-ondel yang mencirikan Indonesia. Namun, karena dirasa kurang, mereka akhirnya membuat berbagai robot yang bercirikan Indonesia.

“Tadinya kita buat cuma ondel-ondel, tapi karena ini buat lomba kayaknya sayang kalau setengah-setengah, jadi sekalian aja buat yang banyak, yang sesuai sama daerah-daerah di Indonesia,” ujar Anto.

Dalam lomba ini ada juga yang robot dalang yang memperagakan pertunjukan wayang, bunga bangkai yang memperagakan bagaimana bunga tersebut tumbuh, rampak bedug yang memperagakan permainan bedug, dan bentuk-bentuk lainnya.

Indonesia Robotic Olympiad merupakan ajang perlombaan membuat robot menggunakan mainan set lego. Kompetisi ini diadakan oleh Mikrobotik yang merupakan distributor tunggal lego di Indonesia.

Kata kunci untuk artikel ini:

0

Belajar “Fun”, Rakit Lego Menjadi Robot

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia Robotic Olympiad menjadi ajang adu kreativitas merancang dan membuat robot cerdas menggunakan bahan baku lego.

Juga bisa memicu kreativitas anak-anak dalam menerapkan ilmu-ilmu yang mereka pelajari di sekolah seperti matematika, fisika, dan pembuatan program.
– Bambang Rusli

“Merakit lego menjadi robot merupakan teknologi yang harus diajarkan sedini mungkin pada anak-anak, karena teknologi di masa depan ada di tangan mereka,“ ujar Managing Director Mikrobot, Bambang Rusli, di Jakarta.

IRO tahun ini diikuti 439 peserta dari berbagai daerah. Peserta yang semuanya adalah siswa-siswi SD sampai SMA itu telah mengikuti penyaringan di daerah masing-masing. Kompetisi dibagi dalam 4 kategori, yakni regular category, open category, road runner, dan first lego league.

Robot yang dibuat harus dapat melewati jalur yang sudah ditentukan mengikuti sensor. Tim yang dapat menggerakkan robot paling cepat dan tepat melewati garis finish akan dikirim mewakili Indonesia di ajang internasional yang bergengsi WRO.

Bambang mengungkapkan, merakit lego merupakan belajar sambil bermain yang fun. Kata dia, daripada bermain game online, lebih baik bermain dengan merakit lego, karena dengan merakit lego itulah kita bisa mempelajari proses pembuatan legonya sendiri.

“Kita juga bisa belajar team work antara siswa, guru, dan sekolah yang mendukung program ini. Jadi, sifatnya lebih bersama-sama dan yang memulainya anak-anak (siswa),” lanjut Bambang.

Dia melanjutkan, bahwa hal lain yang bisa dipelajari saat merakit lego adalah sifat pantang menyerah. “Kebanyakan dari anak-anak ini, yang tahun lalu tidak menang, kemudian tahun ini ikut lagi, itu menandakan mereka tidak pantang menyerah,“ ungkap Bambang.

Tahun ini, antusias peserta IRO sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 439 orang mulai tingkat SD sampai SMA/SMK dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Serang, Padang, Surabaya, Medan, Bandung, serta Lampung. Para peserta tersebut telah mengikuti penyaringan di daerah masing-masing.

Bambang berharap, ajang perlombaan ini diharapkan juga bisa memicu kreativitas anak-anak dalam menerapkan ilmu-ilmu yang mereka pelajari di sekolah seperti matematika, fisika, dan pembuatan program. Adapun IRO digelar atas kerjasama antara Mikrobot dan Bank OCBC NISP sebagai sebuah komitmen bersama untuk memperkenalkan teknologi sedini mungkin kepada anak-anak dan remaja.

Kata kunci untuk artikel ini:

Tags: , ,
0

Robot Politeknik Negeri Batam Juara

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Seorang peserta menyiapkan robot dalam Kontes Robot Nasional 2011 di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (11/6/2011). Kontes robota yang dibagi dalam kategori Kotes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) tersebut diikuti oleh 101 tim dari 51 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kontes Robot Nasional 2011

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tim robot Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam berhasil lolos sebagai juara pertama kategori Kontes Robot Indonesia dalam Kontes Robot Nasional 2011 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sebagai juara pertama di kelas paling bergengsi, tim ini berhak mewakili Indonesia dalam Kontes Robot tingkat internasional Asia-Pasific Broadcasting Union Robocon 2011 di Bangkok, Thailand tanggal 9 September 2011 mendatang.

Dalam final kategori Kontes Robot Indonesia (KRI), tim robot Barelang 5.1 berhadapan dengan juara bertahan tim robot P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kedua tim bertarung sengit dalam merangkai karangan bunga (krathong) pada candle base dan meletakkannya pada river surface.

Hingga detik akhir pertandingan, kedua tim berhasil mengumpulkan poin sama yaitu 242 poin. Namun, tim juri yang diketuai Wahidin Wahab memberikan penalti kepada kedua tim sehingga nilai masing-masing tim dikurangi 20 poin menjadi total 222 poin. Kedua tim terkena penalti karena robot sempat mengenai river surface saat menyusung krathong.

“Karena poin keduanya sama, yaitu 222 poin, maka kami menentukan pemenang berdasarkan cacatan waktu di mana tim Barelang 5.1 membutuhkan waktu 2 menit 55 detik dan tim P-Next membutuhkan waktu 2 menit 59 detik sehingga tim Barelang 5.1 kami putuskan menang,” ucap Wahidin, Minggu (12/6/2011) saat final Kontes Robot Nasional 2011 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kata kunci untuk artikel ini: